Friday, July 03, 2009

Obama-zed your photo!

Just make the most of my leisure time after hard work. Obama-ized your photo. Fun enough! My sample is as below =P.
Visit this site to make your photo like this and thanks Obamaicon.Me!

Have a great weekend, guys!!!

Friday, June 05, 2009

2 peraturan lalu lintas yang (mungkin) pemakai jalan di Indonesia tidak tahu!

Saya sempat tinggal di Australia kurang lebih 2,5 tahun. Di sana, saya sesekali mengendarai mobil, tapi kebanyakan nebeng temen, hehe =P Dari pengalaman mengendarai mobil dan nebeng temen, saya secara tidak langsung belajar aturan lalu lintas yang saya rasa aturan ini bersifat global (berlaku di seluruh dunia). Tapi ketika saya balik ke Indonesia, saya merasa lalu lintasnya carut marut dan sedikit melihat aturan lalu lintas diterapkan di sini.

Di blog ini, saya pengen sharing 2 aturan lalu lintas yang saya tahu. Kenapa 2 aturan ini? Karena setiap saya berkendara tiap hari, pergi dan pulang kantor, saya melihat aturan ini tidak teraplikasi di jalan yang saya lewati.

1. Ketika Anda akan melewati zebra cross dan melihat ada orang yang siap menyebrangi zebra cross tersebut, Anda HARUS BERHENTI.

Zebra cross adalah hak pejalan kaki supaya mereka bisa menyebrangi sebuah jalan. Lebar zebra cross di sebuah jalan ga gede2 amat kok, 2 sampai 4 meter-an. Berhenti sebentar untuk ngasi jalan sebesar 2 meter-an untuk mempersilakan orang yang mau nyebrang jalan, apa susahnya ya..? Ini juga adalah salah satu cara untuk menghormati pejalan kaki.

Saya hampir ga pernah melihat orang memberhentikan kendaraannya (apalagi motor!!!) ketika akan melintasi zebra cross yang sudah ada orang yang siap menyebrang. Saya pernahnya dimarah-marahin pengendara mobil yang tetap nekad jalan terus waktu saya sudah di zebra cross. What a moron, really!


NOTE:
Hati-hati ketika akan memberhentikan kendaraan Anda sewaktu Anda akan melintasi zebra cross dengan berkecepatan tinggi!! Lihat apakah di belakang Anda ada kendaraan yang berkecepatan tinggi juga. Kalo tidak ada, silakan berhenti. Kalo ada, saya sarankan untuk jalan terus (menghiraukan penyebrang jalan yang akan menyebrangi zebra cross) karena berhenti mendadak bisa mengagetkan kendaraan di belakang Anda yang bisa mengakibatkan tabrakan beruntun.


2. Ketika Anda akan memasuki sebuah putaran (round-about), berhenti dan tengok kanan. Dahulukan kendaraan di sebelah kanan Anda, yang sedang memutari putaran. Setelah tidak ada kendaraan atau kendaraan masih jauh dari Anda, baru Anda jalan.


NOTE:
I initially think this rule applies to any roundabout. Tapi di Pondok Indah, Jakarta, ada putaran besar yang saya pikir peraturan ini tidak bisa diaplikasikan. Hmmm.... What do you think?

Thursday, June 04, 2009

tanya saldo rekening BNI via SMS

Untuk tanya saldo di rekening Anda via SMS:
Ketik: SAL [spasi] Nomer PIN Anda, contoh: PIN 1234
kirim ke 3346

*bagi yang sudah mendaftar ke layanan SMS

source: FerryPey

Thursday, May 21, 2009

Bikin NPWP 5 menit aja!

Sebagai warga negara yang baik dan taat pajak (dan supaya ga bayar fiskal klo ke luar negeri :P :P :P), Mika bikin NPWP bulan Mei ini. Di sini Mika bakal share cerita ttg bagaimana Mika bikin NPWP. Mudah2an bis bermanfaat buat kalian yang juga lagi pengen bikin NPWP ;)

Pertanyaan 1:
Bikin NPWP: Langsung dateng ke kantor pajak? Atau via pos (ngisi form online, trus print-an-nya dikirim via pos)?

Mika tanya temen Mika yang udah bikin. Temen Mika ini bilang langsung dateng aja ke kantor pajaknya, bawa fotokopi KTP & KK (Kartu Keluarga), trus di kantor pajaknya tinggal isi form. Petugas akan langsung memproses dan voila! Langsung jadi deh. "Cepet prosesnya!" - temenku bilang.

Rada skeptis (percaya ga percaya klo prosesnya cepet) juga si,, Mika mikir klo masih bisa ga dateng ke kantornya (lewat pos atau ada orang lain yg bisa ngurusin), ngapain dateng ke kantor pajaknya.. Biar efisien dalam segi waktu, tenaga, bensin, hehe...

Browsing2 juga buat tau testimoni orang yang milih bikin via pos. Katanya (aduh sori bgt ni link blog-nya ga ketemu), petugas pajaknya males ngurus yg lewat pos. Lebih suka yang langsung dateng, karena lebih cepet jadi. Klo yg via pos, bisa dibayangin effort yg dikeluarin sama petugasnya lebih banyak.

OK. At this stage, I decided to come to the Tax Office by myself. Ngurus langsung gitu. Kebetulan juga lagi dapet 1 day off dari kantor.

Pertanyaan 2:
Kantor pajak mana yang harus didatengin?

Buat ngejawab pertanyaan ini, mesti merunut ke KTP. KTP Mika merujuk Mika untuk dateng ke KPP Pramata Bekasi Timur, Jln. Cut Mutia No. 125 telp 883-46418 /889 3550.

Untuk dapet list Kantor Pelayanan Pajak (KPP), maen-maen ke website Direktorat Pajak. Untuk KPP Wilayah Banten & Jawa Barat I & II, bisa liat link ini.

Untuk memastikan KPP yang akan kita datangi itu benar KPP yang mengurus pajak kita sesuai KTP, telpon dulu aja. Sekalian, tanya petugasnya MESTI BAWA APA AJA. Apa KTP cukup? Butuh Kartu Keluarga(KK)-kah? Ga mau kan udah dateng ke sana, ternyata KPP nya salah atau dokumen yg kita bawa ga sesuai dengan yang diminta.

OK. At this stage, I know which KPP is the right one for me and any documents that I have to bring for this tax number application.

Pertanyaan 3:
Waduh, KPP Pratama Bekasi Timur  dimana ya?

Mika langsung tanya deh sama si Om Google. Nanya temen juga yang daerah kekuasaannya di daerah Bekasi Timur.


Buat kalian yg ngurusnya di KPP Pratama Bekasi Timur, Mika kasih direction untuk ke sananya ;) Yang pasti orientasinya dari rumah Mika :P 

1) Masuk tol Jakarta-Cikampek arah ke Bekasi
2) Keluar di pintu tol Bekasi Timur (pas 1 pintu tol setelah tol Bekasi Barat yang langsung menuju Metropolitan Mall)
3) Seteleh keluar tol, belok kiri
4) Ambil jalur kiri karena akan belok kiri
5) Belok kiri
6) Di perempatan yang cukup besar, belok kanan (sori bgt ni Mika lupa seberapa jauh dari spot setelah belok kiri). 
7) But, by this time, you should be able to see the building.
Klo ragu, liat aja tanda-tanda di sekitarnya yang menunjukkan klo kalian mengarah ke kantor pajak: plang-plang yg isinya taat pajak, ada gambar si lebahnya pajak ;)


Pernyataan 4:
In the process of making NPWP

Begitu masuk gedungnya, Mika langsung ke meja resepsionis, bilang mau ngurus NPWP. Petugas di meja resepsionis akan ensure klo KPP yang Mika datangin adalah KPP yang benar dengan melihat fotokopi KTP.

Setelah diensured klo KPP ini adalah KPP yang tepat, Mika ambil nomer urut antrian trus ngisi formulir. Ketika nomer dipanggil, langsung maju ke counter NPWP. Keliatan kok counter mana yg ngurus NPWP. Klo lagi apes, ya antriannya panjang. Kemaren Mika beruntung banget sama sekali ga ngantri.

Trus di counter, formulir yang tadi kita isi itu kita kasih ke petugas, along with the fotokopi KTP. Petugas akan menginput data kita, menyiapkan mesin pencetak kartu NPWP, dan at the end, mencetak kartu NPWP within 5 mins!

Setelah petugas menyerahkan kartu NPWP ke Mika, masih setengah percaya, Mika nanya: "Udah jadi NPWP-nya, Bu? Gini aja? Perlu biaya berapa atau apa lagi???". Dengan mantap petugasnya bilang this is it, sudah jadi, ga perlu biaya apa2. WOW!! Cepet banget ya!! Sebelum ninggalin counter, Mika nanya apa bedanya klo kita ngisi form-nya online. Petugasnya bilang itu hanya meringankan tugas dia untuk tidak menginput data. Mika yang pernah mencoba mengisi formulir secara online, ngerasa dalem aja si... =(Kalian tahu berapa lama attempt Mika untuk mengisi formulir secara online: almost 1 hour! Gara-gara ga yakin maksud pertanyaan yang ada di online form-nya. A MUST-DO SUGGESTION here: Ga usah ngis formulir online, ribet, isi formulir di tempat aja ;)

In a nutshell, di kantor pajaknya:
1) Isi formulir di kantor pajaknya langsung (2 menit), not recommended ngisi online
2) Siapin fotokopi KTP dan/atau fotokopi KK
3) Tidak dipungut biaya! Petugas yg mungut biaya, laporin aja ;)

Kelar, langsung caw deh!

Selamat membuat NPWP ya! =) =) =)

Tuesday, May 19, 2009

1 Orang 1 Buku

Salah satu penerima buku BuAB (Buku untuk Anak Bangsa), Beranda "Abaca", merilis program "1 orang 1 buku". Mereka siap menampung buku-buku dari siapa saja untuk menambah koleksi taman bacaan mereka.


Semoga Anda donatur berikutnya! =)

Thursday, April 30, 2009

"Jisun - What Should I Do?" English lyrics

This is one song of Boys Before Flowers OST by Jisun called "What Should I do?". I just find it so touching...
credit: glimpse - mymessydrawer

You ask me how my day was as if it is same everyday
I say that I'm OK but you really don't know how I feel
Do you think I will be OK without you?
Will you be OK without me?
It is really hard to live in this world without you
That is why I blame myself for still breathing

What should I do?
Even now, I live these painful days because of what you said
Tell me if this is a bad thing to do
Do you live every single day painfully like me?
You and me

Are we too late?
Do no we have a chance?
I still think about you and you might know this
Is it finally this?
Are we going to end up like this?
Is it OK with you?
I don't think I can do it
The love that I found by meeting you
I won't find it anywhere else even if I die

What should I do?
If it isn't you, no one else can be in my heart
Please hold me
And you know that even though the whole world would try
No one can erase your memories
So please hold me

What should I do?
Even now, I live these painful days because of what you said
Tell me if this is a bad thing to do
Do you live every single day painfully like me?
You and me

Is it too late?
Do not we have a chance?
But me, I still think about you
And you might not know it

Monday, April 13, 2009

私の旅行 [Watashi no Ryokou] / My Trip

As this is one way of me learning Japanese, I'm inviting any Japanese or person with Japanese skill out there to let me know if I do wrong in this writing. It will be very much appreciated! Thank you.

[Following writing contains Japanese font]

この旅行は私と父と母のです。ペマランとヨギャカルタは私たちの旅行先です。木曜日に行きました, 日曜日に還りました。とても疲れるですが面白いです。

Anyway,
few interesting photos from my trip:

Tuesday, April 07, 2009

di-nya yang bener donk!

Udah sering banget lihat kesalahan pemakaian 'di', jadi gatel nulis. Bukan maksudnya sotoy, cuma pengen sharing aja, and make it right. Apalagi kalau nulis buat somethin yg resmi, kudu bener tu. But, anybody reading this writing, if you find me wrong, correct me!
Dari pelajaran SD yg diinget, 'di' dipake untuk : (1) menunjukkan tempat, (2) sebagai imbuhan.

Contoh yg (1) :
di Jakarta,
di sana,
di ruang tamu,
di kantor
Jadi ada spasi-nya kalau di diikutin keterangan tempat, ga digabung.

Contoh yg (2) :
diberikan
dikontrakkan
dimarahi

Contoh yang salah bisa dilihat di foto di bawah ini. Bukan "disepanjang pantai". Seharusnya "di sepanjang pantai".

Beda kan pemakaiannya?? Jadi jangan ada yang nulis "di sana" jadi "disana" ya! It just annoys me somehow.

Monday, April 06, 2009

Karate-ka Indonesia Umar Syarief Menerima Penghargaan Dari Pemerintah St.Gallen City, Swis

Seluruh karate-ka Indonesia patut berbangga. Karate-ka kita yang sekarang berdomisili di Swiss, Senpai Umar Syarief, mendapat penghargaan dari Pemerintah St. Gallen City, Swiss atas kontribusinya mengembangkan karate di Swiss [source: Republika].


Mantap, Senpai Umar!

Photo source: Aditya Dumadi - Senpai Umar Syarief (tengah) sedang berlatih di PLN bersama karate-ka INKANAS DKI Jaya, Adit -kiri- dan Hamam -kanan.

Neoguri in Jakarta

Dari minggu kemaren udah ngidam masak kari Jepang, cuma blum kesampean. Akhirnya hari Minggu kemaren setelah kelar latihan karate di daerah Blok M, Mika mampir ke salah satu toko Jepang di Melawai namanya Papaya. Deket sama tempat latihan lah... Asek! Dulu waktu di Brisbane masak kari Jepangnya pake bumbunya Golden Curry. Ini udah mantap banget dah! Udah kayak kari masakannya orang Jepang asli.

Sampe di tokonya ternyata Golden Curry ga ada. Cuma mata nyangkut sama udon Korea yg dulu sering dimakan di Brisbane namanya Neoguri. Rasanya pedes, cuma ga pedes2 amat. Pas lah. Ada seafood-nya pula (dried seafood). Harganya Rp 18,000-an > udon/mie kemasan termahal yang pernah Mika beli di Indonesia. Biasanya mie kemasan kan cuma Rp 1,000-an.

Udah beli, ngelapor deh sama "temen seperjuangan", Riza, kalo baru beli Neoguri harga Rp 18,000. Eeeh,,, si Riza bilang kalo di Carrefour ternyata lebih murah. Bisa Rp 9,000-an. Jadi, next time: "Ke Carrefour aja ah...!" (sesuai dengan jargonnya, hihi)
 
site stats